Me as Bodyjam Instructor

Hobby dance yang terhambat saat masih duduk di bangku sekolah, melampiaskan hasrat menari pada game arcade DDR & Para para dance, menjadi member fitness club mengikuti dance class dan akhirnya saya mengambil langkah besar mengembangkannya dari hobby menjadi profesional, sekarang saya menjadi seorang Instructor Bodyjam di Fitness First Indonesia.

http://www.lesmills.com.au/lmap/home/LesMills/program_bodyjam.jsp

An addictive fusion of the latest dance styles and hottest new sounds puts the emphasis as much on having fun as breaking a sweat. Trained instructors teach you to move with attitude through this 55-minute class. So grab a friend, get front and centre, and get high on the feeling of dance.

Sebagai member, saya mengikuti guidance dari instructor di atas panggung seiring dengan berjalannya musik. Kendala yang timbul adalah arah yang berlawanan, musik dan tempo yang cepat, koreo yang berubah pada bait tertentu, penggabungan koreo, feel dari musik, stamina dan sebagainya. Semuanya merupakan tugas besar dari instructor untuk membuat membernya menikmati kelas tersebut dan achive goal mereka. Dan tentunya saya berhasil terjerat dan jatuh cinta dengan Bodyjam. Dalam 1 minggu saya bisa mengikuti 3-4 kali, semakin sering maka semakin terlatih baik dari penguasaan teknik, feel dan stamina.

Didalam pikiran saya, instructor adalah seorang role model, inspiration dan keren, ingin menjadi seperti mereka adalah hal yang luar biasa. Time goes by, ternyata diadakan audisi untuk mencari instructor baru untuk Bodyjam, saya semangat sekali dan mengikuti audisinya dan lulus. Setelah lulus audisi maka harus mendaftar dan mengikuti training Bodyjam selama 3 hari bersama Kylie Gates (Master Trainer) dan Fetty Fatimah (Trainer & Head Teacher Bodyjam) di Fitness First Oakwood.

3 hari training dan menyadari bahwa menjadi seorang instructor bukanlah pekerjaan yang mudah, karena harus menguasai 5 key elements yaitu Choreography, Technique, Coaching, Connecting dan Fitness Magic. Saat itu kami training Bodyjam release 42, semua peserta training di drill choreo dan technique hingga kelelahan pada hari pertama. Pada hari kedua adalah hari presentasi track, kami harus bisa menghapal dan mempresentasikan track yang terpilih kepada trainer dan teman-teman kami, lalu akan di feedback untuk improve untuk next presentation, lalu belajar mengenai coaching dan connecting. Hari ketiga adalah hari presentasi yang terakhir yang akan menentukan hasil dari training tersebut.

So.. What is the result ? 

Saya RESIT , artinya tidak lulus. Perasaan saya freeze dan kecewa, berusaha menutupi sebisanya. Dijelaskan oleh Kylie bahwa saya belum menguasai technique dan disarankan untuk terus mengikuti kelas, saya hanya tersenyum. Berat menghadapi hasil yang saya dapatkan. Saya tetap mengikuti kelas seperti biasa, dan setiap saya menari saya merasa begitu hidup dan menikmatinya. It’s PASSION ! Deep inside my heart still screaming “I WANT IT ! “

Saya mengetahui bahwa masih dapat mengikuti training Bodyjam lagi, saat itu saya terus berlatih dan mengikuti kelas dengan rajin. Saya mendaftar kembali dan training Bodyjam di Gold Gym selama 2 hari, saat itu memakai Bodyjam release 44 bersama Arnold Warren dan Fetty Fatimah, saya tetap mempresentasikan track dari Bodyjam release 42. All I have to do is menunjukkan semua hal yang telah saya pelajari dengan sebaik-baiknya di hari itu. Saya mendapat feedback yang bagus di presentasi pertama oleh para trainee dan Fetty juga mengatakan saya sudah improve. End of the day, Fetty memanggil saya.. Jantung saya berdetak kencang, menelan ludah dan mata saya sudah mulai berkaca-kaca. Kekhawatiran melanda saya, saya takut dengan hasil yang akan saya dapatkan.

Saya mendapatkan hasil WITHHELD, artinya tingkat kelulusan yang memerlukan pelatihan lebih fokus dan waktu lebih lama untuk menjadi seorang Instructor. Kelegaan luar biasa yang saya rasakan saat itu, tetapi hati kecil ini tetap mengharapkan hasil PASS AS TRAINEE. At least saya berhasil meningkatkan rank yang saya dapatkan, dari sana akan memulai perjalanan panjang untuk mengasah diri menjadi lebih baik lagi. Dari sini saya merasa sebuah kebanggaan di dalam diri saya sudah berhasil lulus. Don’t give up, Keep trying to get your dream.

3 responses

  1. Baru ketemu thread ini. Memotivasi bgt. Kalo boleh tanya, cara ikut trainingnya gimana ya ko? Sama untuk cari mentor gimana caranya? Thanks a lot:D your reply will mean a lot for me bcs im looking for these informations now

    • Good to see your comment. Kalo mau ikut trainingnya, kusarankan sebelumnya ikut kelas sesering mungkin dan kembangin stamina dan cintai program itu sepenuh hati. Lalu tanyakan pada diri sendiri, apa tujuannya kalo sudah menjadi instruktur? for fame? for health? for money? for love? for happy?

      Apapun itu, selama kamu mencintai programnya.. pasti bisa! Ikuti kelas -> ikuti audisi (jika diadakan di club) -> daftar training (butuh biaya besar), check di http://www.lesmills.com.au untuk jadwal training.

      Komitmen 200% selama training, all you action and attitude selama training akan dinilai. Setelah lulus, akan banyak lagi proses untuk menjadi instruktur, seperti diaudisi berdasarkan penilaian klub level. Jika lulus maka akan dibimbing ama mentor yang dipilih oleh club.

      Jalanilah progress itu, dan komitmen!

  2. Wah dibales:’) thankyou so much! Saya akan berusaha untuk bisa meraih itu semua, cuma mungkin masih harus melatih stamina berhubung saya amu ikut training untuk rpm hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s