Something Borrowed

Hari Sabtu, 9 Juli 2011, setelah selesai tuition Sh’bam di Fitness First Senayan City. Saya akan menonton di bioskop bersama teman saya. Sebenarnya agak malas nonton karena bioskop di Indonesia sejak beberapa bulan lalu tidak memasukkan film-film Box Office, hasilnya film yang ada rata-rata standard (or even below), ditambah pula dengan film-film hantu produksi Indonesia yang makin aneh, dapat dibaca pada judulnya.

Teman saya mengajak saya menonton film Drama. Saya bukan penggemar film drama, terkadang hanya iseng-iseng sekedar mengisi waktu dan menemani teman saya. Tapi rata-rata setelah menonton ada kesan yang mendalam, karena terkadang penyajian drama ada yang ringan dan romantis memberikan inspirasi, pelajaran dan character building.

Film yang akan kami nonton adalah sebuah drama romantis (komedi) berjudul “Something Borrowed” , dengan tagline “It’s a thin line between love and friendship.” Salah satu pemerannya adalah favorite teman saya yaitu Kate Hudson. Pemeran lainnya adalah Ginnifer Goodwin, Colin Egglesfield dan John Krasinski.

Spoiler Alert !!

Rachel seorang wanita yang kurang percaya diri dan pemalu mendapatkan surprise ulang tahun disebuah cafe yang disiapkan oleh teman baiknya bernama Darcy, seorang wanita dominan. Salah satu teman Rachel yang diundang adalah Ethan, seorang jurnalis yang tampaknya akrab dengan Rachel. Bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun Rachel, Darcy juga mengumumkan pertunangannya dengan Dex, Pria tampan yang juga merupakan teman kuliahnya Rachel. Pesta berakhir, tamu sudah pulang semua termasuk Darcy dan Dex. Tetapi tak lama kemudian, Dex kembali untuk mengambil tas Darcy yang ketinggalan. Dex memperhatikan Rachel agak gundah sehingga mengundangnya untuk minum di cafe. Dikala sedang tipsy mereka menceritakan masa lalu saat mereka sedang kuliah sehingga membuat Rachel mengungkapkan perasaannya terhadap Dex. Rachel menyukai Dex.

Mendengar hal tersebut membuat Dex kaget, suasana menjadi awkward. Lalu Dex mengantarkan Rachel pulang dengan taxi, tetapi saat di dalam taxi. Dex tiba-tiba mencium bibir Rachel. Paginya mereka berdua terbangun dengan suara telepon dari Darcy, mereka panik. Dengan buru-buru segera keluar dari apartemen Rachel dan mengarang skenario pada Darcy.

Sejak saat itu Dex dan Rachel berkomunikasi secara sembunyi-sembunyi, mengingat masa-masa saat mereka kuliah dulu, ternyata Dex juga menyukai Rachel tetapi keadaan berjalan begitu saja sejak Darcy masuk kedalam pergaulan mereka. Hari-hari mereka lalui seperti teman biasa dan berakting seolah tidak terjadi apa-apa di depan Darcy. Tetapi Rachel tidak tahan melihat saat Dex bermesraan dengan Darcy, sehingga membuatnya emosi, tetapi Rachel terus memendamnya di dalam hati karena tidak ingin menyakiti Darcy. Ethan menyadari apa yang terjadi antara Rachel dan Dex. Ethan khawatir dengan keadaan Rachel yang rapuh dan selalu mengalah pada Darcy, tidak pernah bisa menolak permintaan Darcy, tidak pernah mengikuti kata hatinya, dan menganggap Dex adalah pria pengecut karena tidak memperjuangkan dirinya. 

Kembali melihat Dex bemesraan dengan Darcy, membuat Rachel semakin tersiksa sampai suatu malam Rachel mengungkapkan semua isi harinya kepada Dex di tengah hujan. Rachel mencintainya dan ingin Dex membatalkan pernikahannya karena mereka berdua sama-sama saling mencintai, tetapi Dex tidak bisa melakukannya membuat hati Rachel hancur berkeping-keping. 

Rachel menemui Ethan dan menceritakan masalahnya, dari sana diketahui bahwa Ethan sebenarnya juga menyukai Rachel, tetapi Ethan mengetahui bahwa Rachel tetap selalu mencintai Dex dan mereka berdua tetap menjadi teman baik selamanya. 

Saat Rachel pulang kembali ke apartemennya, Dex menunggunya dan memberitahu bahwa dia telah membatalkan pernikahannya beberapa jam lalu. Hal itu membuat Rachel kaget, lalu mereka naik ke atas apartemen membincangkannya. Tiba-tiba Darcy datang, Dex segera bersembunyi. Rachel membuka pintu dan Darcy mengatakan bahwa dia membatalkan pernikahannya, Rachel kaget kembali. Ada keraguan didalam hati Darcy sekaligus ternyata dia hamil dengan ‘pria’ lain. Darcy kemudian pulang meninggalkan Rachel yang kaget kebingungan. 

Tiba-tiba pintu apartemen diketuk kembali, Darcy berada di depan pintu dan dia melihat jaket Dex di sofa Rachel. Rachel coba menyangkal, tetapi Darcy adalah wanita yang cerdas, suara amarah keluar dan mencari di seluruh sudut ruangan sambil  berteriak mencari Dex. Dex keluar dari persembunyiannya dan mereka bertengkar, selama ini mereka berdua sama-sama selingkuh. Darcy sangat marah kepada Rachel yang menjadi wanita selingkuhan Dex. Teman baiknya mengkhianatinya, Darcy membenci Rachel dan Dex. Meninggalkan apartemen dengan emosi. Rachel shock dengan apa yang terjadi. Kejadian ini merupakan hal yang paling dihindarinya.

2 bulan kemudian, Rachel bertemu dengan Darcy yang sedang mengandung. Rachel menanyakan kabar Darcy. Darcy mengatakan semuanya baik-baik saja dan dia sangat bahagia sekarang. Rachel syukur mendengarnya dan sepertinya berharap mereka tetap menjadi teman baik selamanya. Dex dan Rachel akhirnya bersama.

Film ini cukup menghibur saya, aktingnya juga bagus. Banyak adengan yang membuat saya berkata “So Sweet..” didalam hati saya. Nilai friendship yang kuat antara Darcy & Rachel dan Rachel & Ethan; Cinta antara Dex & Rachel; Cinta bertepuk sebelah tangannya Ethan terhadap Rachel, tetapi Ethan yang lebih mempedulikan kebahagiaan Rachel. Elemen-elemen tersebut mengingatkanku begitu berharganya memiliki teman.

Tetapi jika ada yang kritis terhadap film ini seperti yang saya baca di movie review di situs internet, film ini mendapat Rating C , saya membaca reviewnya mengatakan bahwa kedua pemerannya sama-sama pengecut dan berusaha menjadi ‘cute’  dibalik kebohongan mereka yang pada akhirnya menampilkan sisi ‘ego’ dalam diri Rachel seperti secara singkatnya “Batal pernikahannya, sama saya saja.” Tetapi dibalik semua itu intinya saya merasa senang setelah nonton film ini dan mengajarkan bahwa,

Jangan menunda, jangan takut, jangan simpan, jangan mengalihkan dan jujur perasaan hati anda sebelum terlambat.

Friendship itu indah, jangan saling menyakiti satu sama lain.

One response

  1. i love this movie so much, it gave me ugly truth, something i needed sometimes. try the soundtrack natasha bedingfield – a little too much 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s